NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

Polemik Uang Sewa Lahan PKL Memanas, Ketua Paguyuban dan Bendahara Saling Bantah


NGANJUK, AGCYBER.NEWS — Polemik dugaan penarikan uang kepada pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kawasan Pegadaian Nganjuk kian memanas. Setelah sebelumnya muncul keterangan bahwa uang yang ditarik dari pedagang disebut diterima bendahara paguyuban, pihak bendahara kini memberikan bantahan.

Oknum ketua paguyuban yang dikenal dengan nama panggilan Elis sebelumnya menyampaikan melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (15/8/2026), bahwa uang yang dipersoalkan berada pada bendahara berinisial WI dan disebut akan dikembalikan kepada PKL.

Namun, keterangan tersebut dibantah oleh WI. Saat dikonfirmasi pada Minggu (16/8/2026), WI menyatakan tidak mengetahui adanya uang sebesar Rp200 ribu yang dipersoalkan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak membawa maupun menerima uang tersebut.

“Berdasarkan kesepakatan nanti akan diadakan perubahan pengurus baru. Terkait uang Rp200.000 itu saya tidak tahu,” jelas WI melalui pesan WhatsApp.

WI juga menjelaskan bahwa dirinya memang pernah melakukan penarikan uang dari para pedagang, tetapi nominalnya hanya sekitar Rp7.000 per hari. 

Menurutnya, uang tersebut digunakan untuk kebutuhan kebersihan dan listrik.

“Saya memang melakukan penarikan uang sejumlah Rp7.000, itu pun untuk kebersihan dan listrik tiap harinya. Jadi untuk yang Rp200.000 itu saya tidak tahu, karena permasalahan ini saya merasa terpojok,” ungkapnya.

Persoalan ini bermula dari adanya keluhan pedagang baru yang mengaku diminta membayar uang dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp375 ribu, dengan alasan sebagai biaya sewa lahan berjualan, Di depan Kantor Dinsos Nganjuk.

Perbedaan keterangan antara oknum ketua paguyuban dan bendahara tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan PKL mengenai siapa yang sebenarnya menerima dan mengelola uang tersebut.

Terlebih, hingga berita ini diterbitkan, pihak Elis belum memberikan klarifikasi lanjutan.

 Upaya konfirmasi melalui WhatsApp belum mendapatkan jawaban karena nomor yang digunakan untuk komunikasi disebut telah memblokir kontak redaksi.

Para pedagang berharap persoalan tersebut segera dibuka secara terang agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

 Mereka meminta adanya penjelasan mengenai dasar penarikan, jumlah uang yang terkumpul, pihak yang menerima, serta peruntukan dana tersebut.

Redaksi AGCYBER.NEWS menegaskan bahwa pemberitaan ini merupakan penyampaian atas keterangan pihak-pihak yang telah dikonfirmasi. 

Dugaan adanya penyelewengan atau tindakan curang belum dapat disimpulkan sebagai fakta sebelum terdapat bukti dan klarifikasi yang memadai dari pihak terkait.

Redaksi juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Elis maupun pihak lain yang merasa dirugikan atau memiliki informasi tambahan terkait polemik tersebut.