NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

Pemenang Lomba Esai dan Orasi HUT ke-28 IJTI Nganjuk Diumumkan, Nilai Tertinggi 98

NGANJUK , agcyber.news - Nama-nama pemenang Lomba Esai dan Orasi Ilmiah Kebangsaan dalam rangka HUT ke-28 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) akhirnya diumumkan, Sabtu (8/8/2026).

Lomba yang digelar IJTI bersama ICMI Kabupaten Nganjuk dan BAZNAS Kabupaten Nganjuk tersebut diikuti pelajar dan mahasiswa. Meski waktu pendaftaran dan pengumpulan karya relatif singkat, jumlah peserta dinilai cukup tinggi.

Ketua Panitia HUT IJTI, Andri Purwanto, mengatakan tingginya partisipasi peserta menjadi salah satu hal yang menarik dalam pelaksanaan lomba tahun ini.

“Antusias pelajar Nganjuk luar biasa. Meski jeda waktu yang diberikan pendek, animo tetap tinggi,” ujar Andri saat mengikuti pleno penentuan pemenang di Sekretariat IJTI Nganjuk.

Dari dua kategori yang dilombakan, persaingan cukup ketat. Pada kategori esai ilmiah kebangsaan, Risca Khoirun Nisa’ dari STIKes Satria Bhakti Nganjuk menempati posisi pertama dengan nilai 94.

Juara kedua diraih Wiar Nanila Vilora dari SMA Negeri 1 Nganjuk dengan nilai 93. Sementara Nur Ika Ameilia dari Universitas PGRI Mpu Sindok berada di posisi ketiga dengan nilai 92.

Untuk kategori juara harapan, Nayla Fitri Rahmawati dari STIKes Satria Bhakti Nganjuk memperoleh harapan pertama dengan nilai 88. Posisi harapan kedua ditempati Athaya Azka Puteri Yulianto dari SMA Negeri 1 Berbek dengan nilai 87, sedangkan Ahmad Jayyid Al-Faruq dari SMA Bina Insan Mandiri meraih harapan ketiga dengan nilai 86.

Sementara itu, persaingan lebih tinggi terlihat pada kategori orasi ilmiah kebangsaan. Raisa Arrusyda dari MAN 2 Nganjuk keluar sebagai juara pertama setelah memperoleh nilai 98.

Posisi kedua ditempati Merlinda Intan dari Universitas PGRI Mpu Sindok dengan nilai 95, disusul Hafidz Septian dari SMA Bina Insani Baron dengan nilai 94.

Salah seorang anggota dewan juri, Kasianto, mengatakan proses penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria yang telah ditetapkan panitia.

Menurutnya, materi yang masuk memiliki karakter dan pendekatan yang berbeda sehingga juri harus mencermati setiap karya sebelum menentukan hasil akhir.

“Materi orasi yang dikirim ke desk panitia sangat beragam, masing-masing memiliki ciri khas dan keunikan. Kami dewan juri harus detail memberikan penilaian sesuai kriteria yang ditentukan,” kata Kasianto.

Ia menambahkan, objektivitas menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses penjurian karena selisih nilai antarpeserta cukup tipis.

Setelah hasil pleno ditetapkan, para pemenang dijadwalkan menerima penghargaan dalam acara penyerahan piala yang berlangsung Minggu (9/8/2026) di Kantor IJTI Nganjuk.

Andri mengatakan lomba tersebut tidak berhenti pada penentuan pemenang. Menurutnya, karya dan gagasan yang disampaikan peserta menjadi bagian penting dari proses pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa dalam menyampaikan pandangan terhadap persoalan kebangsaan. (red)