NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

MISTERI KEMATIAN DI KALORAN! Warga Digegerkan Penemuan Mayat di Dalam Rumah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan


NGANJUK – Suasana tenang di Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, mendadak berubah mencekam, Rabu (15/7/2026). Warga dibuat geger setelah aroma menyengat tercium dari sebuah rumah dan berujung pada penemuan sesosok mayat laki-laki di dalamnya.

Peristiwa ini sontak mengundang perhatian publik. Di tengah ramainya perbincangan warga, media sosial juga diramaikan dengan kabar yang menyebut adanya dugaan seorang anak membunuh bapak angkatnya. Namun hingga kini, kabar tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih dalam proses penyelidikan kepolisian.

Kapolsek Ngronggot AKP Totok Hariyanto menjelaskan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat terkait bau tidak sedap yang berasal dari rumah korban.

"Begitu menerima laporan, kami langsung menuju lokasi. Saat itu kami belum mengetahui apakah yang berada di dalam rumah merupakan jasad manusia atau bukan. Kami kemudian berkoordinasi dengan Tim INAFIS Polres Nganjuk. Setelah rumah dibuka, benar ditemukan sesosok mayat di dalamnya," terang Totok.

Korban diketahui merupakan seorang laki-laki berusia sekitar 53 tahun. Namun, hingga kini penyebab kematiannya masih menjadi misteri. Polisi masih menunggu hasil visum serta pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Terkait isu yang beredar bahwa korban ditemukan dalam kondisi tangan terikat dan mengalami luka pada bagian leher, Kapolsek menegaskan belum dapat memberikan kepastian. Menurutnya, pemeriksaan detail dilakukan sepenuhnya oleh Tim INAFIS.

"Saya tidak melihat secara langsung kondisi korban karena pemeriksaan dilakukan oleh Tim Identifikasi atau INAFIS yang sekaligus melakukan dokumentasi," ujarnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih mengumpulkan barang bukti, meminta keterangan para saksi, serta mendalami seluruh kemungkinan, termasuk ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Dugaan mengenai keterlibatan anak angkat korban masih sebatas informasi yang beredar di media sosial dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Warga pun berharap misteri kematian yang menggemparkan Desa Kaloran tersebut segera terungkap, sehingga penyebab kematian korban dapat diketahui secara jelas berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti ilmiah.