NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

Dugaan Siswa SMKN 1 Gondang Patah Tulang Saat Ditegur Guru BK


NGANJUK , agcyber.news - Dugaan insiden yang melibatkan seorang siswa kelas X berinisial P di SMKN 1 Gondang, Kabupaten Nganjuk, menjadi perhatian setelah siswa tersebut mengalami patah tulang lengan dan harus menjalani perawatan medis.

Peristiwa tersebut disebut terjadi pada Senin (3/8/2026), saat jam pelajaran berlangsung.

 Berdasarkan informasi yang beredar, siswa bersama sejumlah temannya berada di luar kelas hingga kemudian didatangi guru Bimbingan dan Konseling (BK).

Sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi menyebut terdapat tindakan fisik terhadap P sebelum siswa tersebut terjatuh. Salah satu saksi bahkan menyebut P sempat dipiting dan dibanting.

 Namun, keterangan tersebut belum dapat dipastikan secara independen dan masih menjadi bagian dari informasi yang beredar.

Pihak sekolah memberikan versi berbeda mengenai kejadian tersebut. Rido, selaku Humas SMKN 1 Gondang, membantah adanya tindakan membanting siswa.

Menurut Rido, guru BK bernama Andre saat itu hanya memegang tangan P ketika siswa tersebut berusaha meninggalkan lokasi. Dalam kondisi tersebut, P kemudian terjatuh dan mengalami cedera.

“Yang benar, oknum BK tersebut hanya memegang tangan siswa. Saat itu siswa kaget dan terjatuh, hingga akhirnya mengalami patah tulang,” ujar Rido saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).

Rido menjelaskan, kejadian bermula ketika beberapa siswa keluar saat jam pelajaran dan tidak segera kembali ke kelas. 

Guru kemudian mencari keberadaan mereka hingga menemukan sejumlah siswa berada di area MCK.

Pihak sekolah menduga para siswa tersebut sedang merokok. Dugaan itu, menurut Rido, diperkuat dengan ditemukannya sejumlah puntung rokok di lokasi.

“Saat ketahuan, mereka semua lari dan salah satu murid dipegang Pak Andre lalu terjatuh. Mungkin saja ketika jatuh salah posisi dan kami langsung membawa ke klinik,” jelasnya.

Rido menegaskan, pihak sekolah telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga siswa dan memastikan sekolah tetap bertanggung jawab terhadap kondisi P.

“Kami dari pihak sekolah juga sudah minta maaf ke keluarganya. Kami pihak sekolah tidak lepas tangan,” tambah Rido.

Pasca kejadian, siswa P kemudian mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, hingga Rabu (5/8/2026), P masih menjalani perawatan dan disebut telah menjalani operasi pada bagian lengan di RSD Nganjuk. (Tim/GK)