Nganjuk – Sebuah video berdurasi singkat yang memperlihatkan sejumlah pria dan wanita diduga perangkat desa berseragam organisasi Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) menjadi viral di media sosial TikTok dan memantik perdebatan publik. Video yang diunggah akun Jojo Negro Dewata itu memperlihatkan suasana meriah dengan aksi bernyanyi dan berjoget di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kompleks Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
Peristiwa tersebut diduga terjadi usai rangkaian peringatan HUT ke-20 PPDI sekaligus pengukuhan pengurus PPDI tingkat kecamatan se-Kabupaten Nganjuk pada Jumat (10/7/2026), yang sebelumnya dihadiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi beserta jajaran pemerintah daerah.
Aksi para peserta yang masih mengenakan atribut organisasi di lingkungan resmi pemerintahan langsung menuai beragam tanggapan.
Sebagian masyarakat menilai perilaku tersebut kurang mencerminkan etika seorang perangkat desa yang selama ini dipandang sebagai teladan di tengah masyarakat. Terlebih, kegiatan berlangsung di pendopo yang menjadi simbol kewibawaan pemerintahan daerah.
Di sisi lain, sejumlah warganet beranggapan suasana tersebut hanyalah bentuk hiburan dan keakraban setelah seluruh agenda resmi selesai dilaksanakan sehingga tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.
Ironisnya, dalam sambutannya pada acara tersebut, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi justru mengingatkan seluruh perangkat desa agar menjaga profesionalisme, integritas, serta menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pengurus PPDI Kabupaten Nganjuk maupun Pemerintah Kabupaten Nganjuk terkait video yang beredar, termasuk mengenai lokasi pasti, identitas para peserta, maupun ada tidaknya evaluasi atas peristiwa tersebut.


