"Londo Ireng" (secara harfiah berarti "Belanda Hitam") adalah istilah yang digunakan oleh masyarakat pribumi untuk menyebut prajurit pribumi yang menjadi bagian dari tentara kolonial Belanda, yaitu KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda. Mereka disebut demikian karena bertugas di bawah komando Belanda, mengenakan seragam tentara Eropa, namun berasal dari suku atau kelompok lokal, seperti Ambon, Manado, Timor, hingga Jawa dan Madura.
Asal-usul dan Peran:
Didirikan tahun 1830-an, KNIL merekrut banyak orang pribumi karena kebutuhan besar akan pasukan untuk menaklukkan dan menjaga wilayah koloni.
Banyak dari mereka berasal dari daerah-daerah yang memiliki hubungan lebih “loyal” dengan Belanda, seperti Maluku dan Timor.
Para prajurit pribumi ini dilatih secara militer dan diberi pangkat, gaji, serta akses ke struktur militer kolonial.
Peran Mereka dalam Penjajahan:
Menjadi alat utama penaklukan wilayah-wilayah Nusantara yang memberontak, seperti Perang Aceh, Perang Jawa, dan ekspedisi militer di Sulawesi dan Papua.
Terlibat dalam operasi-operasi brutal untuk menekan perlawanan rakyat, termasuk pembantaian, penangkapan tokoh-tokoh perlawanan, dan menghancurkan basis perjuangan rakyat.
Karena berperan melawan bangsanya sendiri atas perintah kolonial, mereka dianggap sebagai pengkhianat, dan dijuluki dengan penuh kebencian sebagai "Londo Ireng".
Kedudukan dalam Sistem Kolonial:
Secara struktur, mereka berada di bawah perwira Eropa (Belanda), dan jarang sekali diangkat ke posisi perwira tinggi.
Mereka digunakan sebagai alat untuk menjaga kekuasaan kolonial, terutama di daerah-daerah yang sulit dikendalikan.
NB: Foto tersebut sangat mungkin menggambarkan prajurit KNIL (baik Eropa maupun pribumi) setelah operasi militer. Terlihat jelas ada beberapa prajurit berkulit gelap (kemungkinan dari Timor atau Ambon), dan dua jenazah yang mungkin adalah korban dari operasi penaklukan.
Referensi Sejarah:
Peter Carey, The Origins of the Java War (1825–1830)
Anthony Reid, The Blood of the People: Revolution and the End of Traditional Rule in Northern Sumatra
Gerry van Klinken, Minorities, Modernity and the Emerging Nation: Christians in Indonesia, 1900-1942
Pusat Sejarah TNI, Sejarah Militer Indonesia
Arsip KNIL dan kolonial: Nationaal Archief (Belanda)
Museum Tentara Nasional Indonesia (Museum Satriamandala)
Catatan Tambahan:
Sikap terhadap "Londo Ireng" harus dibaca secara kritis dalam konteks kolonialisme. Banyak dari mereka direkrut karena tekanan ekonomi, sosial, atau ketidaktahuan politik. Namun demikian, peran mereka dalam mendukung kekuatan kolonial tetap menjadi bagian kelam dalam sejarah perjuangan Indonesia.
#LondoIreng #SejarahKelam #PenjajahanBelanda #KNIL #PengkhianatAtauKorban #SejarahIndonesia #PerjuanganKemerdekaan #TentaraKolonial #BangsaYangTerluka #SejarahYangTersembunyi #PahlawanDanPengkhianat #Kolonialisme #JasMerah #MelawanLupa #WarisanPenjajahan #LukaSejarah #PribumiMelawanPribumi #TentaraBayaranBelanda


