NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

"Kami Bukan Londo Ireng!" Ribuan Suara Wartawan Nganjuk Menggema di DPRD, Tolak Stigma yang Dinilai Mencederai Marwah Pers

Nganjuk – Gelombang perlawanan moral mengguncang halaman DPRD Kabupaten Nganjuk. Puluhan wartawan dari berbagai organisasi media se-Kabupaten Nganjuk menggelar aksi solidaritas dengan satu suara yang menggema lantang: "Kami Bukan Londo Ireng!"

Aksi damai tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus gugatan moral atas pernyataan Presiden Republik Indonesia yang menyebut wartawan, LSM, dan ormas dengan istilah "Londo Ireng". Bagi para insan pers, diksi tersebut dinilai telah melukai kehormatan profesi yang selama ini menjadi salah satu pilar utama demokrasi di Indonesia.

Dengan membawa spanduk dan menyuarakan orasi secara bergantian, para jurnalis menegaskan bahwa wartawan bukanlah pengkhianat bangsa, melainkan penjaga kebenaran, penyampai informasi kepada publik, serta kontrol sosial yang bekerja berdasarkan Undang-Undang Pers.

Koordinator aksi, Bagus Jati Kusumo, menegaskan bahwa profesi wartawan tidak layak diberi stigma negatif.

"Kami bukan Londo Ireng. Wartawan adalah pilar demokrasi yang menjalankan fungsi kontrol sosial demi kepentingan masyarakat. Kami hadir bukan untuk menjatuhkan siapa pun, tetapi memastikan kebenaran tetap tersampaikan kepada publik," tegas Bagus dalam orasinya.

Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh aspirasi para insan pers telah diterima oleh DPRD Kabupaten Nganjuk dan diharapkan dapat diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai bentuk keberatan resmi atas pernyataan tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, menyatakan pihaknya menerima seluruh aspirasi yang disampaikan para wartawan dengan terbuka.

"Kami menerima aspirasi teman-teman media se-Kabupaten Nganjuk. Selanjutnya aspirasi ini akan kami teruskan kepada DPRD di tingkat pusat agar menjadi perhatian atas keresahan yang dirasakan insan pers," ujarnya.

Aksi solidaritas ini menjadi simbol bahwa kebebasan pers bukan sekadar hak profesi, melainkan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Para wartawan berharap setiap kritik yang disampaikan media dipandang sebagai bentuk pengawasan demi kepentingan rakyat, bukan sebagai tindakan permusuhan terhadap negara.

Dengan mengusung slogan "Kami Bukan Londo Ireng", insan pers Nganjuk menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di garis depan dalam menyuarakan fakta, menjaga independensi, serta mengawal demokrasi tanpa takut terhadap stigma ataupun tekanan.