NGANJUK, – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menghadiri panen raya kedelai di Desa Ngudikan, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Kamis (14/5/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, TNI, dan Polri.
Turut hadir dalam kegiatan itu Sekjen Kementerian Pertahanan RI Letjen TNI Tri Budi Utomo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kasad Maruli Simanjuntak, Kasal Muhammad Ali, Kasau Mohamad Tonny Harjono, serta Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama Forkopimda Kabupaten Nganjuk.
Dalam sambutannya, Mentan Amran menyebut sektor pertanian mengalami peningkatan signifikan pada 2026. Ia mengatakan pertumbuhan sektor pertanian naik dari 0,67 persen menjadi 5,74 persen.
“PDB kita, sektor pertanian dari 0,67 persen naik menjadi 5,74 persen. Ini kenaikannya tertinggi, tidak pernah terjadi selama 25 tahun bahkan sejak merdeka,” ujar Amran.
Menurutnya, peningkatan tersebut dipengaruhi kebijakan Presiden terkait kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan itu, kata dia, bertujuan menjaga keuntungan petani agar tetap berproduksi.
“Bapak Presiden memerintahkan menaikkan HPP gabah Rp6.500, tidak boleh dibeli di bawah itu. Kalau petani rugi, mereka tidak akan berproduksi,” katanya.
Amran juga menyinggung Nilai Tukar Petani (NTP) yang disebutnya menjadi tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Selain itu, produksi pertanian nasional diklaim meningkat hingga 4 juta ton atau sekitar 13 persen.
Ia menegaskan data tersebut berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta pemantauan lembaga internasional seperti FAO dan Departemen Pertanian Amerika Serikat.
“FAO memantau kita, kemudian Amerika juga ikut memantau. Ini data dunia, Amerika, dan Indonesia,” ucapnya.


