NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

DIGEREBEK! Oknum Polisi dan ASN Diduga Terlibat Skandal Terlarang di Kontrakan—Mobil Dirusak, Warga Murka

Nganjuk – Sebuah penggerebekan mengejutkan mengguncang Perumahan Griya Anjuk Ladang 3 pada Jumat (17/4/2026). Dugaan hubungan terlarang antara oknum anggota polisi dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mendadak terbongkar setelah keluarga dan warga memergoki keduanya di dalam sebuah rumah kontrakan.

Situasi langsung memanas ketika pasangan yang diduga tengah bersama itu menolak keluar meski telah dipanggil berkali-kali. Emosi warga pun tak terbendung. Teriakan dan desakan semakin menjadi, hingga akhirnya pintu rumah dibongkar paksa.

Seorang wanita yang diduga berinisial AN, oknum ASN PPPK Pemkab Nganjuk, terlihat keluar dengan wajah tertutup handuk oranye, berjalan tertunduk penuh tekanan. Di belakangnya, seorang pria berinisial DEP yang disebut sebagai anggota aktif Polres Nganjuk, turut diamankan di tengah sorotan tajam warga.

“Tadi disuruh keluar tidak mau, akhirnya kami hubungi anggota lain,” ungkap Duka, perwakilan keluarga suami wanita tersebut, dengan nada tegas.

Amarah warga yang sudah lama menahan kecurigaan akhirnya meledak. Sebuah mobil yang diduga milik pelaku menjadi sasaran pelampiasan. Keempat bannya dikempeskan, sementara bodi mobil dipenuhi goresan akibat dirusak massa menggunakan berbagai benda.

Menurut keterangan keluarga, dugaan perselingkuhan ini bukan kejadian baru. “Sudah sekitar dua tahun ada konflik rumah tangga. Hari ini memang sengaja dibuntuti, dan akhirnya terbongkar,” tambah Duka.

Pasca penggerebekan dramatis tersebut, kedua oknum langsung digelandang ke ruang Provos Polres Nganjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, pihak kepolisian masih memilih irit bicara.

“Nanti saja, ini masih proses,” ujar Kasi Provos AKP Heri Buntoro singkat, menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Sikap tertutup ini justru memicu reaksi keras warga. Mereka menuntut transparansi dan tindakan tegas, mengingat pelaku merupakan aparat yang seharusnya menjadi teladan, bukan justru mencoreng kepercayaan publik.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam, bukan hanya karena dugaan skandalnya, tetapi juga karena melibatkan dua figur pelayan publik yang seharusnya menjaga integritas dan moral di tengah masyarakat.