Nganjuk — Kabupaten Nganjuk kembali menjadi sorotan positif. Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara tegas menunjukkan keberpihakannya terhadap pembangunan karakter generasi muda dengan mengucurkan dana hibah mencapai Rp666 juta lebih untuk 430 guru Sekolah Minggu atau pembina iman. Sebuah langkah besar yang dinilai sebagai komitmen nyata dalam menjaga kekuatan moral masyarakat. (8/12/2025)
Pendopo KRT Sosrokoesomo menjadi saksi bagaimana pemerintah daerah memperkuat dukungan terhadap para pembina iman yang selama ini bekerja dalam sunyi, membimbing anak-anak dalam pendidikan rohani. Hadir dalam acara tersebut Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Ketua TP PKK, sejumlah pejabat pemkab, para tokoh lintas agama, hingga ratusan penerima hibah.
Dalam laporan kegiatan, Kepala Bagian Kesra, Imam Baidowi, membeberkan bahwa kebijakan ini berlandaskan regulasi daerah terbaru, yakni Peraturan Kabupaten Nganjuk Nomor 12 Tahun 2025. Melalui aturan tersebut, pemerintah memastikan bantuan bagi pembina iman tersalurkan secara transparan dan tepat sasaran.
Dana hibah sebesar Rp666.320.000 tersebut terdiri dari insentif Rp1.500.000 untuk masing-masing pembina iman serta dukungan operasional bagi 82 sekolah dan lembaga yang dinaungi PGPI Kabupaten Nganjuk.
Penyerahan simbolis oleh Bupati Nganjuk menjadi momen paling ditunggu. Dengan penuh keyakinan, Kang Marhaen menyampaikan bahwa peran guru Sekolah Minggu adalah pilar penting dalam menjaga nilai-nilai moral generasi muda.
“Guru Sekolah Minggu adalah pejuang karakter. Mereka membentuk dasar spiritual anak-anak kita. Maka pemerintah harus hadir, mendukung, dan memberikan penghargaan yang layak,” tegas Kang Marhaen.
Tak hanya itu, Bupati menegaskan bahwa Pendopo Kabupaten Nganjuk bukan sekadar gedung pemerintahan, melainkan “rumah besar kebangsaan” yang terbuka bagi semua umat beragama.
“Semua boleh menggunakan pendopo ini. Di sini, kita satukan kekuatan, satukan keberagaman,” ungkapnya.
Dalam pidatonya, Kang Marhaen juga memaparkan deretan terobosan besar Pemkab Nganjuk, mulai dari:
- Pembiayaan BPJS Kesehatan untuk seluruh warga,
- Beasiswa bagi siswa berprestasi dan kurang mampu,
- Hingga kebijakan nol rupiah untuk kenaikan pangkat ASN, yang memutus ruang pungutan liar.
“Ini langkah kami agar seluruh masyarakat Nganjuk sehat, sejahtera, dan memiliki ruang yang sama untuk maju,” ujarnya lantang.
Bupati kemudian mengajak para pembina iman untuk terus berada di garis depan dalam membentuk mental juara bagi anak-anak Nganjuk.
“Pendidikan karakter adalah pondasi utama. Anak-anak kita harus tumbuh sebagai pribadi yang kuat, tangguh, dan berkarakter,” katanya.
Menutup sambutan, Kang Marhaen menegaskan kembali filosofi Anjuk Ladang — Tanah Kemenangan, yang menjadi identitas masyarakat Nganjuk.
“Ini tanah para pemenang. Anak-anak Nganjuk harus memiliki DNA sukses,” tegasnya penuh semangat.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, diiringi rasa syukur dan apresiasi bagi para pembina iman yang dianggap sebagai penjaga moralitas dan kerukunan di Kabupaten Nganjuk. (sr)


