NGANJUK, – Kesabaran warga Dusun Miren, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjung Anom, akhirnya habis. Bertahun-tahun bergulat dengan jalan rusak berlubang yang tak kunjung diperbaiki, warga memilih cara unik sekaligus menyentil nurani pemerintah: menanam pohon pisang tepat di tengah jalan.
Aksi simbolik itu terekam dalam sebuah video yang kini beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak jelas batang pohon pisang berdiri kokoh di lubang jalan yang menganga di jalur vital penghubung menuju Warujayeng. Jalan ini bukan sekadar lintasan biasa, melainkan urat nadi mobilitas dan perekonomian warga.
Perekam video menyebut, penanaman pohon pisang bukan sekadar aksi iseng, melainkan teriakan protes warga yang sudah terlalu lama diabaikan.
“Ini akses Dusun Miren, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjung Anom menuju Warujayeng. Warga terpaksa menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai harapan agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan,” ujarnya dalam video.
Jalan rusak tersebut kerap memicu keluhan, membahayakan pengendara, serta menghambat aktivitas warga, terutama saat menuju Pasar Warujayeng yang menjadi pusat denyut ekonomi masyarakat sekitar. Saat hujan turun, lubang jalan berubah menjadi jebakan yang rawan kecelakaan.
Sorotan publik akhirnya sampai ke pucuk pimpinan daerah. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Selasa (3/2/2025), merespons singkat namun tegas.
“Secepatnya ditindaklanjuti (TL),” jawabnya.
Kini, warga Dusun Miren hanya berharap janji tersebut tak berhenti sebagai respons singkat di layar ponsel, melainkan benar-benar diwujudkan dalam bentuk perbaikan nyata di lapangan. Aksi tanam pohon pisang menjadi simbol kuat: ketika jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga terpaksa bersuara dengan cara yang paling lantang dan menyentuh perhatian publik. (sr)


