Nganjuk – Angin segar bagi masyarakat kecil kembali berhembus di Kabupaten Nganjuk. Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara resmi menerima 220 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, sebagai wujud nyata keberpihakan negara terhadap ekonomi kerakyatan sekaligus komitmen kuat menuju transportasi ramah lingkungan.
Bantuan strategis ini disambut antusias oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan para pengemudi becak yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi rakyat. Kehadiran becak listrik diharapkan menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan, menekan biaya operasional, serta mengangkat harkat para pekerja sektor informal.
Program becak listrik ini merupakan bagian dari langkah besar pemerintah pusat dalam menurunkan emisi karbon, mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil, serta mempercepat transisi menuju energi bersih. Dengan teknologi listrik yang lebih hemat, efisien, dan minim polusi, becak kini tak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga simbol perubahan zaman.
Prosesi penyerahan bantuan digelar khidmat di Pendopo KRT Sosro Koesoemo, Kamis (26/2/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Nganjuk, jajaran pejabat daerah, serta perwakilan penerima manfaat.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menegaskan bahwa bantuan 220 becak listrik ini akan disalurkan secara tepat sasaran, khususnya kepada para pengemudi becak yang benar-benar membutuhkan.
“Saya berharap program ini mampu meningkatkan pendapatan, meringankan beban ekonomi, serta memberikan kenyamanan dan semangat baru dalam bekerja bagi para penerima manfaat,” tegasnya.
Lebih jauh, Pemkab Nganjuk menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan nasional yang sejalan dengan visi pembangunan daerah berkelanjutan. Mengusung semangat “Gas Nol Emisi, Gas Pol Rezeki”, bantuan becak listrik ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan Nganjuk yang maju, hijau, dan sejahtera, tanpa meninggalkan rakyat kecil di belakang.


