Nganjuk — Misteri kelam pembunuhan ibu dan anak di Kelurahan Payaman, Kecamatan Nganjuk, akhirnya pecah terang. Publik yang selama ini diguncang pertanyaan kini mendapat jawaban mengejutkan dari Polres Nganjuk.
Dalam sesi doorstop yang digelar di Mako Polres Nganjuk, Kamis (12/12/2025), Kasie Humas Iptu Fajar Kurniadi mengungkapkan fakta yang mengguncang: pelaku tega menghabisi nyawa korban hanya karena dilanda cemburu buta dan sakit hati.
“Motif ini didasarkan karena pelaku cemburu dan sakit hati. Korban, yang merupakan kekasihnya, berencana kembali rujuk dengan suaminya,” ujar Iptu Fajar singkat namun tajam.
Tak hanya itu, detail kematian korban membuat bulu kuduk berdiri. Korban dinyatakan meninggal akibat tusukan tepat di bagian jantung serta menghirup asap kebakaran, menyisakan dugaan kuat bahwa pelaku tidak hanya ingin menghilangkan nyawa, tetapi juga menghapus jejak kejahatannya melalui api.
Sementara itu, terkait kondisi pelaku, pihak kepolisian memastikan bahwa pelaku telah dipindahkan ke Rutan Kelas IIB Nganjuk sejak 4 Desember 2025, menandai proses hukum yang terus bergulir.
Kasus ini sontak memicu kemarahan dan keprihatinan warga. Motif sepele berubah menjadi tragedi memilukan, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Payaman. Polisi menegaskan penyidikan akan terus diperdalam untuk mengungkap seluruh rangkaian aksi brutal tersebut.
Tragedi ini kembali menjadi pengingat keras bahwa kecemburuan tanpa kendali dapat berubah menjadi monster yang merenggut nyawa. (sr)


