NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

Proyek Kandang Ayam Bendungrejo Kembali Disorot, Pekerja Diduga Tertimpa Tembok Roboh


NGANJUK, AGCYBER.NEWS – Proyek pembangunan kandang ayam di wilayah Desa Bendungrejo, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, kembali menjadi sorotan. 

Setelah sebelumnya terjadi insiden yang mengakibatkan seorang anak meninggal dunia, kini muncul informasi adanya pekerja yang diduga tertimpa tembok bata merah saat proses pengerjaan proyek berlangsung, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi di bagian tengah lokasi proyek. Sebuah pasangan bata merah dengan panjang sekitar 2,5 meter dan tinggi kurang lebih 3 meter dilaporkan roboh dan menimpa seorang pekerja.
Usai kejadian, korban disebut dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.

 Informasi awal menyebut korban dibawa ke puskesmas atau rumah sakit dengan didampingi pihak Jogoboyo. Namun, hingga berita ini ditulis, identitas korban, kondisi terkini, serta fasilitas kesehatan tempat korban mendapatkan perawatan belum dapat dikonfirmasi secara resmi.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam pelaksanaan proyek pembangunan. Standar K3 diperlukan untuk melindungi pekerja sekaligus mencegah terjadinya risiko yang dapat membahayakan masyarakat di sekitar lokasi proyek.

Apabila informasi mengenai robohnya tembok dan adanya pekerja yang tertimpa tersebut benar, maka perlu dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kejadian, termasuk kondisi konstruksi, metode pengerjaan, serta penerapan prosedur keselamatan di lokasi proyek.

Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek dan instansi terkait dapat memberikan penjelasan mengenai kejadian tersebut serta memastikan aspek keselamatan kerja benar-benar diterapkan selama proses pembangunan berlangsung.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti robohnya pasangan bata dan kondisi terakhir pekerja yang disebut menjadi korban masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.