NGANJUK, AGCYBER.NEWS – Proyek pembangunan kandang ayam di wilayah Desa Bendungrejo, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya lokasi tersebut dikaitkan dengan insiden tragis yang menyebabkan seorang anak di bawah umur meninggal dunia setelah terlindas alat berat, kini muncul informasi baru yang menambah tanda tanya terkait aktivitas keselamatan kerja di proyek tersebut.
Informasi yang dihimpun Agcyber.news menyebutkan, pada Sabtu (5/9/2026) pagi, diduga terjadi insiden seorang pekerja yang tertimpa pagar batu bata di area proyek. Korban disebut mengalami kondisi yang membutuhkan pertolongan dan kemudian dikabarkan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Namun, hingga kini identitas pekerja maupun kepastian mengenai insiden tersebut masih menjadi tanda tanya.
Keanehan semakin mencuat setelah adanya perbedaan keterangan mengenai keberadaan seseorang yang disebut membutuhkan pertolongan medis.
Jokoboyo Desa Bendungrejo, ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, mengaku tidak mengetahui adanya pekerja yang tertimpa pagar. Ia menjelaskan bahwa dirinya hanya dimintai bantuan untuk mengantarkan seseorang yang disebut dalam kondisi pingsan atau mengalami sesak di bagian dada.
“Kulo mboten semerap, yang jelas kulo disuwun tulung enten tiyang semaput dateng kantoran, tasik enjing setengah pitu esuk, nyuwun tulung ngeterke nok Pukesmas, soale sambat dodo-ne sesek,” ungkapnya.
Menurut Jokoboyo, orang tersebut kemudian diantarkan ke Puskesmas Berbek. Setelah mengantarkan, dirinya mengaku meninggalkan orang tersebut di fasilitas kesehatan.
Agcyber.news kemudian melakukan konfirmasi kepada Kepala Puskesmas Berbek, dr. Rita. Namun, berdasarkan keterangan pegawai dan petugas Puskesmas, disebutkan bahwa tidak terdapat pasien yang diantar oleh Jokoboyo sebagaimana informasi tersebut.
Perbedaan keterangan ini pun menimbulkan sejumlah pertanyaan: siapa sebenarnya orang yang disebut membutuhkan pertolongan tersebut? Ke mana korban dibawa? Dan apakah benar terjadi insiden pekerja tertimpa pagar di lokasi proyek?
Sementara itu, pihak PT yang disebut mengetahui persoalan tersebut, yakni seseorang bernama Danni, telah dihubungi oleh kontributor Agcyber.news melalui WhatsApp. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Publik tentu berhak mendapatkan informasi yang terang, terlebih proyek tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian setelah insiden yang menyebabkan seorang anak di bawah umur meninggal dunia akibat terlindas alat berat.
Jika memang benar terdapat kecelakaan kerja pada 5 September 2026, maka aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kondisi korban, serta penanganan setelah kejadian menjadi hal penting yang perlu dijelaskan secara terbuka.
Sebaliknya, apabila informasi tersebut tidak benar, pihak terkait juga memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi agar tidak berkembang menjadi informasi yang simpang siur.
Kini bola berada di tangan pihak proyek. Siapa korban yang disebut-sebut? Apakah benar terjadi kecelakaan kerja? Mengapa terdapat perbedaan keterangan mengenai keberadaan pasien?
Sejumlah pertanyaan tersebut masih menunggu jawaban resmi dari pihak-pihak terkait.

