NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

Sempat Dikabarkan Diintimidasi, Penyedia Sound Horeg TDM dan Pemdes Bagor Wetan Sepakat Berdamai



NGANJUK , agcyber.news - Persoalan antara penyedia sound horeg Tri Daya Mulya (TDM) dengan Pemerintah Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Persoalan tersebut bermula dari unggahan di media sosial yang menyebut pihak TDM merasa mendapat perlakuan intimidatif dari aparat desa saat mereka menjadi penyedia sound system dalam kegiatan karnaval di Desa Bagor Wetan beberapa waktu lalu.

Unggahan tersebut bahkan memunculkan pernyataan bahwa TDM akan melakukan blacklist  terhadap wilayah Sukomoro.

Menanggapi informasi yang beredar di media sosial tersebut, Kepala Desa Bagor Wetan Sugeng Anto bersama perangkat desa dan karang taruna, didampingi Babinsa serta Babintrantibmas, mendatangi kediaman pihak TDM pada Rabu (26/8/2026).

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mengklarifikasi persoalan sekaligus mencari penyelesaian agar kesalahpahaman yang terjadi tidak semakin melebar.

Dari hasil pertemuan, kedua belah pihak sepakat bahwa persoalan tersebut lebih disebabkan adanya miskomunikasi. Pihak desa maupun TDM kemudian menyatakan tidak ada persoalan yang perlu diperpanjang.

Kepala Desa Bagor Wetan Sugeng Anto mengatakan, komunikasi antara pihak desa dengan TDM sebenarnya tidak bermasalah.  "Ini hanya kesalahpahaman saja, ada miskomunikasi. Antara perangkat desa dan TDM tidak ada masalah," ujar Sugeng.

Sugeng bahkan memastikan pihaknya masih membuka komunikasi dengan TDM. Menurut dia, Pemerintah Desa Bagor Wetan berencana kembali mengundang TDM untuk mengisi kegiatan di desa tersebut pada Oktober mendatang.

"Kita juga akan mengundang kembali untuk main di desa kami bulan Oktober besok," katanya.

Sugeng menjelaskan, tindakan perangkat desa pada saat kegiatan karnaval sebelumnya bukan dimaksudkan untuk mengintimidasi pihak TDM.

Menurutnya, perangkat desa justru berupaya menjaga keamanan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindakan yang tidak diinginkan di tengah kerumunan masyarakat.

Ia menyebut karakter masyarakat yang hadir dalam kegiatan hiburan sangat beragam sehingga diperlukan langkah pengamanan untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis.

"Justru kami mengamankan pihak TDM dari sesuatu hal yang tidak diinginkan. Banyak orang dengan berbagai karakter, sehingga kami berupaya melindungi agar tidak terjadi anarkisme," jelasnya.

Sementara itu, pihak TDM mengakui masih menyimpan trauma atas kejadian sebelumnya. Namun setelah dilakukan pertemuan dan klarifikasi secara langsung, mereka menyatakan persoalan tersebut telah selesai.

Penanggung jawab TDM menyebut inti persoalan memang hanya berkaitan dengan miskomunikasi dalam proses komunikasi sebelum maupun saat kegiatan berlangsung.

"Miskomunikasi saja, masalah selesai. Untuk masyarakat Bagor Wetan, nantikan kami akan main lagi di bulan Oktober nanti," ujarnya.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, kedua pihak berharap persoalan yang sempat ramai di media sosial tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi klarifikasi bahwa hubungan antara Pemerintah Desa Bagor Wetan dan TDM tetap baik, bahkan keduanya sepakat untuk kembali bekerja sama dalam kegiatan hiburan masyarakat mendatang. (red)