NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

BRIN Sambangi Pendopo Nganjuk, Bahas Riset Fosil dan Potensi Kawasan Tritik


NGANJUK, AGCYBER.NEWS – Perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Sofyan Noerwidi, melakukan kunjungan ke Kabupaten Nganjuk untuk membahas rencana penelitian terkait potensi fosil dan tinggalan arkeologi di kawasan Tritik, Kamis (10/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Sofyan Noerwidi bertemu dengan Bupati Nganjuk Dr. Drs. Marhaen Djumadi di Pendopo Kabupaten Nganjuk. Pertemuan tersebut membahas potensi penelitian di kawasan Hutan Tritik, termasuk berbagai temuan fosil yang sebelumnya telah menjadi objek penelitian.

Riset tersebut merupakan bagian dari upaya penelitian kolaboratif antara peneliti Indonesia dan Belanda untuk mengkaji situs-situs fosil serta peninggalan masa Pleistosen di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.

Penelitian melibatkan sejumlah institusi, antara lain peneliti dari Belanda, Naturalis Biodiversity Center, Wageningen University & Research, University of Twente, serta BRIN.

Tim peneliti melakukan penelusuran kawasan mulai dari Sragen hingga Gresik. Kawasan Tritik menjadi salah satu lokasi yang dinilai memiliki potensi untuk dikaji lebih lanjut karena sebelumnya telah terdapat data hasil penelitian dan berbagai temuan fosil serta tinggalan arkeologi.

Dr. Sofyan menjelaskan, penelitian sebelumnya menjadi salah satu dasar bagi tim untuk kembali melihat berbagai temuan yang pernah ditemukan di kawasan tersebut. Penelitian lanjutan diharapkan dapat dilakukan secara lebih intensif apabila hasil penjajakan menunjukkan adanya potensi yang kuat.

“Kenapa kami mengambil Tritik, karena sebelumnya kami sudah memiliki data dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan. Di Tritik banyak sekali temuan fosil dan tinggalan lainnya. Kami ingin melihat kembali temuan-temuan kami yang dulu, dan jika memungkinkan akan dikembangkan secara lebih intensif,” ujarnya.

Potensi Geopark Masih dalam Tahap Penjajakan
Dalam pertemuan tersebut, turut muncul pembahasan mengenai kemungkinan kawasan Tritik dikembangkan menjadi geopark.

Namun, rencana tersebut saat ini belum menjadi keputusan final. Menurut peneliti, masih diperlukan sejumlah tahapan kajian serta koordinasi dengan kementerian terkait.

Salah satunya berkaitan dengan aspek geologi dan morfologi kawasan yang perlu dikaji bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sebelum mengarah pada pengembangan geopark, tim akan terlebih dahulu mengidentifikasi dan mengkaji potensi geosite yang terdapat di kawasan Tritik.

“Geopark nantinya ada usulan kepada Menteri Sumber Daya Alam, kemudian kita koordinasi dengan Kementerian ESDM untuk melihat aspek geologi dan morfologinya. Kita lihat dulu potensi geosite yang ada di sana seperti apa,” jelasnya.

Ia menegaskan, kegiatan yang dilakukan saat ini masih berada pada tahap penjajakan dan pengumpulan informasi awal. Hasil penelitian awal nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan lokasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam penelitian lebih lanjut.

Kawasan Tritik sendiri dinilai menarik karena memiliki rekam jejak penelitian serta temuan fosil dan tinggalan masa lalu yang masih menyimpan potensi untuk dikaji secara lebih mendalam.

Kunjungan BRIN tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi penelitian sekaligus memperkuat kajian ilmiah terhadap potensi sejarah, arkeologi, dan geologi kawasan Tritik di Kabupaten Nganjuk. (Thorig)