NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

Cinta Ditolak Berujung Petaka, Remaja 16 Tahun Bacok Mantan Kekasih yang Tengah Hamil di Nganjuk


NGANJUK – Kasus berdarah menggemparkan warga Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Seorang remaja berinisial RG (16) asal Desa Ngadirejo diamankan polisi setelah diduga melakukan aksi pembacokan terhadap mantan kekasihnya, DM (20), pada Kamis malam (11/6/2026).

Korban diketahui tengah mengandung dan telah berstatus sebagai istri orang lain. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Nganjuk. Kondisinya memprihatinkan karena belum sadarkan diri akibat luka serius yang dialaminya.

Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadhi mengungkapkan, aksi nekat tersebut diduga dipicu rasa sakit hati dan kecemburuan pelaku terhadap korban. Pelaku disebut merasa kesal karena korban kerap meminta uang untuk kebutuhan selama kehamilan.

"Menurut keterangan pelaku, korban sering meminta uang dengan alasan sedang hamil dari hasil hubungan mereka," ungkap AKP Fajar.

Dugaan rasa kecewa dan emosi yang memuncak membuat pelaku mengambil tindakan berbahaya. Polisi menduga aksi tersebut telah dipersiapkan karena pelaku membawa senjata tajam berupa arit saat mendatangi korban.

Tak hanya melakukan penganiayaan berat, pelaku juga diduga membawa kabur ponsel milik korban setelah kejadian. Atas perbuatannya, RG kini terancam dijerat dengan pasal berlapis berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 terkait dugaan penganiayaan berencana serta dugaan pencurian.

Jika terbukti bersalah, pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan bagaimana konflik dalam hubungan pribadi dan emosi yang tidak terkendali dapat berujung pada tindakan kekerasan yang mengancam nyawa