NGANJUK — Dalam rangka meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menegaskan komitmennya untuk segera membangun birokrasi berkinerja tinggi serta mendorong budaya kerja profesional melalui implementasi manajemen talenta.
Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen itu menjelaskan, penerapan manajemen talenta menjadi dasar penting dalam menciptakan birokrasi yang efektif, efisien, dan profesional, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, sistem ini juga akan menjadi rujukan utama dalam pengambilan keputusan promosi dan mutasi ASN.
“Sebagaimana tagline saya nol rupiah, maka strategi ini diambil guna memastikan SDM terbaik tersedia di posisi yang tepat dan dapat berkontribusi secara maksimal. Sekaligus menciptakan jalur karier yang jelas dan memotivasi ASN,” ujar Kang Marhaen.
Ia menambahkan, melalui implementasi manajemen talenta, Pemerintah Kabupaten Nganjuk akan menyiapkan program pengembangan karier bagi ASN pada Jabatan Administrator Eselon III serta Jabatan Pelaksana Fungsional Ahli Pertama dan Fungsional Terampil.
“Selain itu, juga akan ada pelatihan kepemimpinan bagi ASN yang berpotensi, serta pemberian penghargaan atau reward yang menarik bagi ASN berprestasi,” jelasnya.
Kang Marhaen menegaskan keseriusannya dalam membangun sistem manajemen ASN yang profesional dengan berkaca pada capaian kinerja saat dirinya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk pada 2021 hingga dilantik menjadi Bupati definitif dan menjabat hingga September 2023.
Pada periode tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berhasil meraih dua kategori penghargaan sekaligus dalam Anugerah Meritokrasi Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), sebuah ajang yang berkaitan erat dengan tata kelola manajemen ASN berbasis merit.
“Implementasi manajemen talenta ASN ini diharapkan memberikan relaksasi bagi Pemkab Nganjuk dalam mencari kader terbaik untuk mewujudkan visi kami, Marhaen–Handy, yakni peningkatan profesionalisme serta birokrasi yang inovatif, bersih, dan bebas dari korupsi melalui sistem meritokrasi,” tegasnya.
Dengan penerapan manajemen talenta tersebut, Pemkab Nganjuk optimistis mampu membangun tata kelola pemerintahan yang modern dan berorientasi pada kinerja, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan birokrasi.


