Nganjuk, — Operasi Pencarian, Pertolongan, dan Evakuasi (PPE) terhadap korban kecelakaan air di Sungai Widas, Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, resmi ditutup setelah tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban pada hari kedua pencarian. (27/12/2025).
Peristiwa bermula pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 13.20 WIB, saat lima orang anak tengah bermain dan hendak mandi di aliran Sungai Widas. Salah satu di antaranya diduga terseret derasnya arus sungai dan hanyut. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan diteruskan ke BPBD untuk dilakukan Operasi SAR.
Memasuki hari kedua, Tim SAR Gabungan mengoptimalkan pencarian melalui penyisiran intensif, membagi personel ke dalam sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir jalur air menggunakan perahu karet serta pemantauan dari jalur darat di titik-titik rawan. Lokasi pencarian diperluas mulai dari lokasi kejadian (LKK) hingga Tambangan Munung dan area lain yang berpotensi menjadi tempat tersangkutnya korban.
Upaya ini membuahkan hasil pada pukul 15.30 WIB, ketika korban atas nama Aska Muhammad Hafizan (17) berhasil ditemukan di Sungai Widas wilayah Desa Mabung, Kecamatan Baron, dengan jarak kurang lebih 4,1 kilometer dari lokasi kejadian awal. Proses evakuasi dilakukan pada pukul 15.38 WIB, selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Operasi ini didukung oleh berbagai unsur, antara lain:
Basarnas USS Bojonegoro, BPBD Kabupaten Nganjuk, BPBD Provinsi Jawa Timur, PMI Kabupaten Nganjuk, perangkat desa setempat, ORARI, NU Rescue, SAR MTA, Senopati Rescue, DKC CBP IPNU, Bagana, Gimbal Alas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RAPI, Pramuka BP 1318, Saka SAR Nganjuk, FPBI Nganjuk, serta masyarakat setempat.
PMI Kabupaten Nganjuk juga turut mendirikan dapur umum untuk mendukung kelancaran operasi.
BPBD Kabupaten Nganjuk menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja sama seluruh personel dan masyarakat yang terlibat sehingga proses pencarian dapat berjalan cepat dan efektif.
Di tengah kondisi cuaca yang berpotensi ekstrem, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan lebat yang dapat meningkatkan debit air sungai. Warga diminta berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, tebing, dan wilayah rawan bencana, serta menghindari kegiatan mandi atau bermain di sungai saat cuaca tidak bersahabat.
BPBD juga meminta masyarakat untuk segera melapor kepada aparat desa, BPBD, atau layanan darurat apabila terjadi kondisi membahayakan jiwa, agar dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.


