NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk Resmi Diluncurkan, Fokus pada Pendidikan dan Pembentukan Karakter


NGANJUK, AGCYBER.NEWS – Pemerintah Kabupaten Nganjuk resmi meluncurkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Nganjuk sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk, perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia, Direktur Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Adrianus Alla, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait.

Peluncuran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk menjadi penanda dimulainya proses pendidikan bagi peserta didik yang mengikuti program tersebut. Kegiatan sekaligus dirangkaikan dengan pembukaan MPLS sebagai tahap awal pengenalan lingkungan dan budaya sekolah kepada para siswa.

Dalam arahannya, Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A., menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Menurutnya, pembentukan karakter, budaya positif, serta kemampuan peserta didik dalam menghadapi perkembangan teknologi dan zaman juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

Hal tersebut sejalan dengan tema kegiatan, yakni “Menanamkan Karakter, Literasi Digital, dan Budaya Positif Sejak Hari Pertama Sekolah.”
200 Peserta Didik Mengikuti Pendidikan
Berdasarkan laporan panitia, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Nganjuk saat ini membina 200 peserta didik dari tiga jenjang pendidikan.

Pada jenjang SD, tercatat sebanyak 20 siswa dari target kuota 90 siswa. Pemenuhan kuota masih dilakukan melalui proses rekrutmen susulan.
Sementara itu, jenjang SMP telah memenuhi kuota sebanyak 90 siswa, terdiri dari 45 siswa putra dan 45 siswa putri.

Adapun jenjang SMA juga telah terisi sebanyak 90 siswa, dengan komposisi 42 siswa putra dan 48 siswa putri.

Untuk menunjang kegiatan pendidikan dan kebutuhan peserta didik selama mengikuti program, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk telah dilengkapi sejumlah fasilitas, antara lain asrama putra dan putri, gedung pembelajaran, gedung serbaguna atau aula, masjid sekolah, serta tiga ruang ibadah bagi peserta didik non-Muslim.

Pendidikan Tidak Hanya di Dalam Kelas
Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik di ruang kelas. Pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, literasi digital dan penerapan budaya positif menjadi bagian dari proses pendidikan peserta didik.

Program tersebut ditujukan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga penerima manfaat. Pendidikan juga diharapkan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.

Dalam laporan panitia, penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, serta regulasi Kementerian Sosial Republik Indonesia yang berkaitan dengan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan Bupati Nganjuk sekaligus pembukaan resmi MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Nganjuk.
Dengan dimulainya kegiatan tersebut, para peserta didik secara resmi memasuki tahap awal perjalanan pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Nganjuk.

 Program ini diharapkan dapat memberikan proses pendidikan yang tidak hanya membangun kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kedisiplinan, kemandirian dan kesiapan peserta didik menghadapi masa depan.