Nganjuk — Suasana Padepokan PSHT Kelurahan Bogo, Nganjuk Cabang Madiun, Minggu (26/4/2026), tampak berbeda dari biasanya. Puluhan pesilat dari berbagai perguruan berkumpul, membawa semangat dan harapan yang sama: lolos seleksi dan mewakili Kabupaten Nganjuk di ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) tingkat dewasa.
Sebanyak 43 pesilat tampil menunjukkan kemampuan terbaiknya. Meski berasal dari latar belakang perguruan yang berbeda, suasana tetap terasa hangat dan penuh persaudaraan. Mereka tidak hanya bertanding, tetapi juga saling menghormati satu sama lain.
Seleksi yang digelar oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Nganjuk ini menjadi momentum penting bagi para atlet untuk membuktikan kualitas diri. Dari 15 perguruan yang terdaftar, sebanyak 7 perguruan mengirimkan wakil terbaiknya.
Di balik ketatnya seleksi, para peserta menyadari bahwa pencak silat bukan sekadar soal menang atau kalah. Nilai-nilai seperti sportivitas, sopan santun, dan penghormatan terhadap sesama menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Ketua Harian IPSI Kabupaten Nganjuk, Drs. H. Harsono, MM, mengingatkan bahwa seorang pesilat harus mampu menjaga sikap dan menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa.
" Menurutnya, seleksi ini bukan hanya mencari atlet yang kuat secara teknik, tetapi juga yang matang secara mental dan berkarakter."
Kegiatan seleksi ini sendiri merupakan agenda rutin IPSI menjelang kejuaraan. Dari proses inilah nantinya akan lahir wakil-wakil terbaik Kabupaten Nganjuk yang diharapkan mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat provinsi.
Di tengah semangat bertanding, satu hal yang tetap dijaga adalah persatuan. Karena bagi para pesilat, perbedaan perguruan bukanlah pemisah, melainkan kekayaan dalam satu naungan IPSI.


