NGANJUK — Menjelang agenda kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada awal Mei, masyarakat Kabupaten Nganjuk menunjukkan semangat kebersamaan melalui kegiatan selamatan relokasi patung Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di area pemakaman umum tersebut diawali dengan prosesi tabur bunga di makam Marsinah, tokoh yang dikenal luas atas perjuangannya dalam membela hak-hak buruh. Suasana berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, serikat pekerja, LSM, hingga awak media.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Kepala Dinas Porabudpar, Gunawan Widagdo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi cerminan sinergi antar elemen masyarakat. Ia menilai relokasi patung Marsinah bukan sekadar penataan fisik, tetapi juga bagian dari upaya bersama dalam menjaga nilai sejarah dan perjuangan.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa keberadaan monumen Marsinah merupakan hasil kolaborasi lintas pihak. Ke depan, kawasan tersebut direncanakan akan dikembangkan sebagai rest area yang dilengkapi fasilitas umum dan ruang usaha bagi pelaku UMKM, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Rencana pengembangan ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut kunjungan Presiden, dengan harapan Nganjuk dapat tampil lebih tertata dan representatif.
Sementara itu, Ketua KSBSI Nganjuk, Kelik Widiwahyuno, menyampaikan bahwa kalangan serikat pekerja turut ambil bagian dalam menyambut agenda tersebut. Ia menyebutkan bahwa pada 1 Mei mendatang akan dilaksanakan kerja bakti bersama sebagai bentuk gotong royong memperindah lingkungan.
Menurutnya, relokasi patung Marsinah merupakan hasil kontribusi bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat setempat. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat perjuangan Marsinah tetap hidup dan relevan.
Ia berharap momentum ini dapat memperkuat kebersamaan serta menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis menjelang kedatangan Presiden di Kabupaten Nganjuk.


