Nganjuk — Gelombang protes warga mengguncang Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, saat ratusan masyarakat turun langsung mendatangi kantor desa, Jumat (24/04/2026). Aksi ini dipicu kekecewaan yang memuncak akibat kerusakan jalan serta belum jelasnya kompensasi dari aktivitas tambang yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan warga.
Massa yang berasal dari Dusun Sanan dan Dusun Jatirejo memadati aula balai desa dalam forum mediasi yang dihadiri lebih dari 100 orang, termasuk perangkat desa dan perwakilan perusahaan tambang CV Sejahtera Jaya Usaha Kita. Suasana sempat memanas, namun tetap terkendali hingga dialog berlangsung.
Koordinator warga, M. Lukman, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan atas kesepakatan sebelumnya yang belum terealisasi. Ia menyebut kondisi jalan yang rusak parah justru hanya ditangani secara sementara.
“Kesepakatan sudah pernah dibuat, tapi belum dijalankan. Jalan yang seharusnya diaspal hanya ditimbun koral, sehingga membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Kerusakan jalan disebut mencapai sekitar 1 hingga 2 kilometer. Warga pun mendesak agar aktivitas tambang dihentikan sementara hingga perbaikan dilakukan secara nyata dan tuntas.
Selain infrastruktur, isu kompensasi turut menjadi perhatian utama. Warga berharap adanya kejelasan mekanisme kompensasi, khususnya bagi mereka yang terdampak langsung oleh debu, kebisingan, dan potensi gangguan lingkungan lainnya.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan perusahaan menyampaikan komitmen untuk segera melakukan perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer, termasuk rencana pengaspalan dan peningkatan penyiraman jalan guna mengurangi debu.
“Tahap perbaikan akan segera dimulai dalam waktu dekat,” ujar perwakilan perusahaan.
Terkait kompensasi, pihak perusahaan menyebut perlunya kesepahaman bersama di tingkat warga agar solusi yang diambil dapat diterima semua pihak.
Mediasi akhirnya menghasilkan sejumlah kesepahaman awal. Meski belum sepenuhnya tuntas, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan komunikasi dan mengawal realisasi komitmen yang telah disampaikan.
Warga berharap langkah konkret segera terlihat di lapangan. Mereka menegaskan, kepercayaan hanya bisa dibangun melalui tindakan nyata, bukan sekadar janji.


