NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

Bukan Sekadar Menu Bergizi, Puluhan Siswa Nganjuk Diduga Keracunan MBG, 27 Masih Dirawat



NGANJUK, AGCYBER.NEWS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nganjuk menjadi sorotan setelah sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi setelah pendistribusian menu MBG yang dipasok dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nganjuk Begadung 2. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, para siswa mengalami sejumlah gejala seperti mual, pusing, muntah, hingga keluhan pada bagian perut.

Data di lapangan hingga Kamis (3/9/2026) menunjukkan jumlah korban yang mengalami gejala diduga keracunan mencapai 107 siswa, dengan rincian 100 siswa dari SMAN 3 Nganjuk (SMAGA), 4 siswa SDN Balungpacul, dan 3 siswa dari SLB.

Dari keseluruhan korban tersebut, 27 siswa masih menjalani perawatan medis, sementara korban lainnya telah mendapatkan penanganan dan sebagian di antaranya diperbolehkan pulang sesuai kondisi masing-masing.

Sebelumnya, pada Rabu (2/9), jumlah korban SMAN 3 Nganjuk masih terus diperbarui. Sejumlah laporan media mencatat puluhan siswa mengalami mual, pusing, dan muntah setelah menyantap menu MBG.

Menu yang dibagikan kepada penerima manfaat antara lain nasi goreng, ayam suwir, telur dadar iris, tahu bulat, acar timun-wortel, dan semangka. Makanan tersebut diketahui dipasok oleh SPPG Nganjuk Begadung 2.

Namun demikian, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut hingga kini belum dapat disimpulkan. Sampel makanan telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium guna mengetahui ada atau tidaknya kontaminasi maupun faktor lain yang berkaitan dengan keamanan pangan.

Karena itu, istilah “menu beracun” belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar. Yang telah terkonfirmasi adalah adanya sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG dan mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut program pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah. Evaluasi menyeluruh diperlukan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, waktu memasak, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi makanan.
Publik kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penjelasan resmi pihak terkait untuk menjawab pertanyaan utama: apa yang sebenarnya menyebabkan puluhan hingga lebih dari seratus siswa mengalami gangguan kesehatan secara bersamaan setelah mengonsumsi MBG?
AGCYBER.NEWS akan terus mengikuti perkembangan kasus ini berdasarkan data dan keterangan resmi dari pihak berwenang.