NGANJUK, AGCYBER.NEWS – Informasi mengenai dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa SMP Sendang Gogor, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, beredar pada Sabtu (22/8/2026). Para siswa disebut mengalami keluhan setelah menerima dan mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu informasi yang beredar menyebutkan adanya siswa yang mengalami keluhan pada bagian tenggorokan hingga kesulitan menelan. Namun, hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi yang memastikan penyebab keluhan tersebut maupun memastikan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh makanan program MBG.
Informasi mengenai jumlah siswa yang mengalami keluhan, jenis makanan yang dikonsumsi, serta kondisi kesehatan masing-masing siswa juga masih perlu dikonfirmasi kepada pihak sekolah, tenaga kesehatan, maupun pihak terkait penyelenggara program MBG.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keamanan pangan dalam pelaksanaan program makan bergizi bagi peserta didik. Pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi, kondisi siswa, serta proses pengolahan dan distribusi makanan diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Sebagai catatan, Kabupaten Nganjuk memang menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, termasuk di wilayah Kecamatan Lengkong. Sebelumnya, pada Mei 2026, SPPG Lengkong pernah mendapat penghentian sementara (suspend) dari Badan Gizi Nasional karena persoalan fasilitas instalasi pengolahan air limbah yang dinilai belum memenuhi persyaratan. Namun, persoalan tersebut berbeda dengan dugaan kejadian yang beredar di SMP Sendang Gogor pada 22 Agustus 2026 dan tidak dapat dijadikan bukti bahwa keluhan siswa kali ini berkaitan dengan penyelenggaraan SPPG tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi yang dapat memastikan adanya keracunan makanan. Karena itu, informasi tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan medis dan keterangan resmi dari pihak sekolah, Dinas Kesehatan, Badan Gizi Nasional, maupun instansi terkait.
AGCYBER.NEWS akan terus melakukan penelusuran dan memperbarui informasi berdasarkan keterangan resmi serta fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

