Nganjuk – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelepasan 57 Bhante yang melanjutkan perjalanan spiritual menuju Candi Agung Borobudur, Kamis (21/5/2026).
Setelah menginap semalam di Klenteng Sukomoro, para Bhante terlebih dahulu diterima oleh Bupati Nganjuk, Wakil Bupati Nganjuk, serta jajaran Forkopimda di Pendopo KRT Sosro Koesoemo.
Prosesi pelepasan ditandai dengan pelepasan burung merpati oleh Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk sebagai simbol doa perdamaian serta kelancaran perjalanan para Bhante menuju Borobudur.
Dalam sambutannya yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, Bhante Jinavaro menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Kabupaten Nganjuk selama perjalanan berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan antusias masyarakat Nganjuk. Sambutan dari masyarakat maupun siswa-siswi sekolah yang memberikan semangat di sepanjang perjalanan membuat kami semakin bersemangat untuk melanjutkan perjalanan ini,” ujar Bhante Jinavaro.
Bhante juga mengaku terkesan dengan keramahan warga yang dinilai memberikan energi positif selama perjalanan spiritual berlangsung.
Sementara itu, Bupati Nganjuk Dr. Drs. Marhaen Djumadi, SE., SH., MM., M.BA menyampaikan apresiasi atas kedatangan para Bhante di Kabupaten Nganjuk.
“Kami merasa bangga dan berterima kasih karena para Bhante telah singgah di Pendopo Kabupaten Nganjuk. Kehadiran Bhante membawa pesan kedamaian, persaudaraan dan toleransi bagi masyarakat,” tutur Bupati Marhaen.
Ia juga berharap perjalanan spiritual para Bhante menuju Candi Borobudur dapat berjalan lancar hingga tujuan.
“Semoga perjalanan para Bhante selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran sampai di Borobudur,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian masyarakat yang hadir menyaksikan langsung prosesi pelepasan di pendopo, sebelum rombongan Bhante kembali melanjutkan perjalanan kaki menuju Magelang, Jawa Tengah.


