Nganjuk – Suasana penuh khidmat dan kedamaian menyelimuti Kabupaten Nganjuk saat rombongan 57 Bhante peserta “Indonesia Walk For Peace 2026” tiba di wilayah Kertosono, Rabu (20/5/2026).
Perjalanan spiritual lintas negara menuju Candi Borobudur dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2569 BE/2026 ini menarik perhatian masyarakat di sepanjang jalur yang dilalui.
Rombongan Bhante sempat beristirahat di Klenteng Poo San Sie Kertosono hingga pukul 14.00 WIB sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Klenteng T.I.T.D Hok Yoe Kiong Sukomoro.
Kegiatan “Walk For Peace 2026” bukan sekadar perjalanan biasa. Aksi jalan kaki ribuan kilometer ini menjadi simbol perdamaian, persaudaraan lintas bangsa, serta pesan kemanusiaan universal yang dibawa para Bhante menuju Candi Borobudur sebagai pusat peringatan Hari Waisak nasional.
Dari total 57 Bhante yang mengikuti perjalanan suci tersebut, lima di antaranya merupakan Bhante asal Indonesia, sementara 53 lainnya berasal dari berbagai negara seperti Indonesia, Singapura , Laos, Malaysia, Thailand, Vietnam, Tibet, hingga Kamboja.
Kehadiran para Bhante internasional itu pun disambut hangat masyarakat.
Banyak warga tampak antusias menyaksikan langsung perjalanan spiritual yang dinilai membawa pesan kesejukan di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Salah satu perwakilan Bhante, Bhante Jinavaro, menyampaikan bahwa perjalanan ini menjadi momentum mempererat nilai perdamaian dan cinta kasih antarumat manusia.
“Perjalanan ini bukan hanya perjalanan fisik menuju Borobudur, tetapi juga perjalanan batin untuk membawa pesan damai, welas asih, dan persaudaraan bagi semua umat manusia,” ujar Bhante Jinavaro.
Ia juga menambahkan bahwa perjalanan suci tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Waisak yang akan diperingati pada 31 Mei 2026 mendatang.
“Kami berharap perjalanan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan, menjaga toleransi, dan hidup berdampingan dalam kedamaian,” tambahnya.
Langkah kaki para Bhante menuju Borobudur kini bukan hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga simbol harapan akan dunia yang lebih damai di tengah berbagai tantangan global.


