NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

Pemuda 20 Tahun Tewas Tenggelam Saat Memancing di Waduk Semantok Nganjuk


NGANJUK — Seorang pemuda dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di Waduk Semantok, yang masuk wilayah Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Selasa (10/2/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Doni Tri Setiawan (20), warga Dusun Gaeng, Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat korban bersama dua rekannya tengah melakukan aktivitas memancing di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi Ahmad Guntur Yunianto dan Denanda Brigenta, kejadian bermula ketika mata pancing korban tersangkut tanaman air di tengah waduk. Korban kemudian berinisiatif masuk ke dalam air untuk melepaskan mata pancing tersebut.

Namun nahas, kedalaman air yang mencapai sekitar 5 meter serta kondisi korban yang diketahui tidak bisa berenang, membuat korban panik dan akhirnya tenggelam. Upaya pertolongan sempat dilakukan oleh saksi Ahmad Guntur Yunianto, namun tidak membuahkan hasil karena korban terus berontak dan kelelahan.

Korban akhirnya berhasil dievakuasi ke tepi waduk, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Perangkat Desa Sambikerep, Warsito, yang menerima laporan dari warga, segera meneruskan informasi tersebut kepada Bhabinkamtibmas dan Polsek Rejoso. Petugas Polsek Rejoso bersama Tim Inafis Polres Nganjuk, BPBD Kabupaten Nganjuk, serta petugas Puskesmas Rejoso kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan luar oleh petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa tersebut murni diduga sebagai kecelakaan.

Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas, menolak dilakukan autopsi, serta bersedia membuat surat pernyataan resmi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama di area waduk dengan kedalaman yang berisiko.