Nganjuk — Dugaan penjualan pupuk subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) kembali mencuat dan viral di salah satu dusun wilayah Sukomoro.
Fakta di lapangan menguatkan keluhan petani: harga melonjak, distribusi tersendat, dan pengelolaan dinilai amburadul.
Saat dikonfirmasi Sabtu (14/2/2026), seorang petani berinisial S membeberkan kondisi yang ia sebut sebagai “fenomena berulang” setiap musim tanam.
Menurutnya, pupuk subsidi kerap datang terlambat ketika petani sangat membutuhkan. Ironisnya, saat kebutuhan telah lewat, pupuk justru dibagikan secara bertahap dengan kuota yang dinilai tak adil.
“Per seperempat RU, petani hanya menerima sekitar 70 kilogram dengan harga Rp115.000 per sak. Sementara ada petani lain, sebut saja To (nama samaran), justru mendapat 1 kwintal untuk luasan yang sama,” ungkap S.
Yang lebih mengejutkan, para petani mengaku tak mempersoalkan harga di atas HET, asalkan pupuk tersedia tepat waktu.
“Pada dasarnya, kalau pengurus benar-benar peduli dan mengusahakan pupuk datang saat dibutuhkan, harga berapa pun kami mau,” tegasnya.
Keluhan tak berhenti di situ.
S menduga ketua kelompok tani (poktan) hanya berfungsi sebagai formalitas.
Pengelolaan lapangan disebut-sebut dikendalikan sepenuhnya oleh sosok berinisial Pak Wo (perangkat desa)
Bahkan, pupuk subsidi yang seharusnya disimpan di gudang, diletakkan di halaman terbuka.
Akibatnya, ketika hujan turun, pupuk berisiko mengeras dan rusak, memaksa petani mengambil pupuk meski belum membutuhkan.
Lebih jauh, alasan “sudah ada kesepakatan” yang kerap dikemukakan pengurus dipertanyakan.
Pasalnya, masyarakat mengaku tak pernah diajak bermusyawarah. “Yang sepakat hanya pengurus dan perwakilan RT/RW.
Kami sebagai petani tidak pernah diajak bicara,” tandas S.
Kondisi ini memantik sorotan tajam publik.
Distribusi pupuk subsidi yang semestinya menjadi penopang ketahanan pangan, justru diduga membuka celah ketidakadilan dan praktik tak transparan di tingkat bawah.
Petani berharap evaluasi menyeluruh segera dilakukan agar subsidi benar-benar tepat sasaran—tepat waktu, tepat jumlah, dan transparan.


