NGANJUK, agcyber, - Mbah Slamet, 65, lansia sebatang kara asal Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk, dijemput Griya Lansia Malang untuk mendapatkan perawatan dan tempat tinggal. Kasus ini viral di media sosial setelah pengelola griya mengkritik penanganan Dinas Sosial Nganjuk.
“Sejauh ini Nganjuk itu dinas sosialnya letoy, tidak ada pergerakan sama sekali,” kata pengelola Griya Lansia Malang, Arif Camra, dalam unggahan Facebook Pesona Nganjuk, Jumat (23/10/2026).
Menanggapi kritik tersebut, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyatakan Dinas Sosial PPPA telah melakukan asesmen dan mengupayakan penempatan Mbah Slamet di fasilitas pelayanan sosial milik pemerintah.
“Berdasarkan informasi warga sebatang kara, pada tanggal 8 Oktober 2026 telah dilakukan tindak lanjut asesmen terhadap Mbah Slamet,” tulis Marhaen dalam keterangan tertulis yang dikirim kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).
Menurut Marhaen, hasil asesmen menunjukkan Mbah Slamet memiliki keterbatasan mobilitas dan hanya mampu duduk. Dinsos PPPA telah mengajukan penempatan ke sejumlah unit pelayanan sosial, termasuk UPT PSTW Blitar dan Tulungagung.
Namun, upaya tersebut belum memperoleh kepastian penerimaan.
“Sampai dengan penyusunan laporan ini, kepastian penerimaan dan penempatan Mbah Slamet masih menunggu tindak lanjut dari unit pelayanan yang dituju,” tulis Marhaen.
Sementara itu, unggahan Pesona Nganjuk menyebut Mbah Slamet telah dijemput untuk dirawat di Griya Lansia Malang, panti lansia swasta.

