NEWS & ENTERTAINMENT MEDIA

Contact online

Website AG CYBER TV tidak bisa di akses tanpa Javascript
Silahkan Aktifkan Javascript di browser Anda !!Subscribe Us


Semua karya otentik dari AG Cyber TV di proteksi ,
tidak diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan isi berita asli karya kami tanpa izin redaksi.

Siswa SMKN 1 Gondang Cedera Saat Dibina Guru, Kedua Pihak Sepakat Berdamai


NGANJUK , agcyber.news - Seorang siswa SMK Negeri 1 Gondang, Kabupaten Nganjuk, mengalami cedera pada bahu saat menjalani pembinaan di lingkungan sekolah, Selasa (4/8/2026). Dalam kejadian tersebut, seorang guru juga mengalami luka pada bagian tangan.

Peristiwa bermula ketika Agus Putra Ramadhani, siswa kelas X TKR1, diketahui merokok di area toilet sekolah. Pihak sekolah kemudian memanggil siswa tersebut untuk diberikan pembinaan.

Saat proses pembinaan berlangsung, siswa disebut berusaha menghindari petugas. Terjadi tarik-menarik hingga siswa terjatuh. Akibat kejadian itu, bahu siswa mengalami cedera dan harus mendapatkan penanganan medis. Sementara guru yang terlibat mengalami luka pada bagian tangan.

Kepala SMK Negeri 1 Gondang, Eko Cahyono, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Menurut Eko, insiden terjadi secara spontan saat pihak sekolah berupaya memberikan pembinaan kepada siswa yang melanggar tata tertib.

“Jadi saat itu anaknya kedapatan merokok di toilet. Kemudian dilakukan pembinaan. Saat hendak dibina, anak tersebut berusaha menghindar sehingga terjadi insiden itu,” kata Eko.

Eko mengatakan, persoalan tersebut telah dibicarakan dengan keluarga siswa. Pihak sekolah memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan.

“Sudah kami selesaikan secara kekeluargaan. Kami dari pihak sekolah juga sudah memaafkan dan tidak memperpanjang masalah ini,” ujarnya.

Sementara itu, orang tua siswa, Vasdi, mengakui pelanggaran yang dilakukan anaknya dan menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah.

“Kami mengakui kesalahan anak kami dan sudah meminta maaf kepada pihak sekolah,” kata Vasdi.

Kedua pihak kemudian sepakat tidak membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Biaya pengobatan guru maupun siswa juga telah diselesaikan dan ditanggung masing-masing pihak.

Penyelesaian secara kekeluargaan itu dituangkan dalam kesepakatan yang ditandatangani kedua pihak pada Senin kemarin. Dengan adanya penyelesaian tersebut, persoalan antara pihak sekolah dan keluarga siswa dinyatakan telah selesai.